
Tanggal 12-13/03/2026
Di Gedung LPPM Unhas, Tamalanrea Makassar.
Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan memulai langkah besar dalam memperkuat sektor kelautan dengan menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Dalam kunjungan koordinasi, Kepala Bappeda dan Litbang didampingi Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Kamrin Jama, S.IP., MA dan diterima oleh Kepala Pusat Litbang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil LPPM Universitas Hasanuddin Prof.Dr. Nurjanah Nurdin, yang didampingi beberapa Akademisi Unhas, diantaranya Prof. Dr. SRI SURO ADHAWATI, SE, M.Si (AHLI SOSIAL EKONOMI PERIKANAN BUDIDAYA) dan Dr. Ir. BADRAENI, MP (AHLI LINGKUNGAN PERAIRAN BUDIDAYA) Kolaborasi ini bertujuan untuk melakukan riset mendalam terkait pengembangan dan hilirisasi rumput laut di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil sebagai upaya transformasi ekonomi daerah, dari yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan bahan mentah, kini beralih menuju penciptaan nilai tambah melalui industri pengolahan.
Fokus Utama Kerjasama
Kerja sama riset ini mencakup beberapa aspek krusial yang diharapkan dapat mendongkrak kesejahteraan petani rumput laut di Banggai Kepulauan:
Pemetaan Potensi Wilayah: Mengidentifikasi zonasi perairan yang paling optimal untuk budidaya rumput laut berkualitas tinggi.
Inovasi Teknologi Budidaya: Penerapan metode mutakhir guna meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen agar sesuai dengan standar industri global.
Studi Hilirisasi: Riset mengenai produk turunan rumput laut (seperti karagenan, kosmetik, hingga produk pangan) yang paling layak dikembangkan di skala industri lokal.
Pemberdayaan Masyarakat: Pendampingan teknis bagi kelompok tani agar mampu mengelola hasil laut secara lebih profesional dan mandiri.
Membangun Ekosistem Industri dari Hulu ke Hilir
Dalam keterangannya, Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Banggai Kepulauan Dr. Ariyono Orab, menegaskan bahwa riset ini bukan sekadar kajian akademis, melainkan landasan untuk menarik investor ke daerah. Dengan data riset yang valid dari Unhas, para pelaku industri diharapkan memiliki kepercayaan diri lebih untuk membangun pabrik pengolahan di Banggai Kepulauan.


