Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menegaskan komitmen untuk ikut berada di garda terdepan dalam upaya perlindungan ekosistem laut. Langkah ini diambil guna memastikan kekayaan maritim daerah tidak hanya terjaga secara ekologis, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi rakyat melalui konsep ekonomi kelautan yang ramah lingkungan.
Komitmen ini dengan kehadiran dan partisipatif Kabupaten Banggai Kepulauan yakni Sekretaris Daerah (Bapak Muhamad Aris Susanto S.E,M.E.) dan (Bpk. Dr. ARIYONO Orab., S.Pd., S. Sos., MM) pada pertemuan dan penandatangan MOU bersama Yayasan Blue Allience Indonesia pada Senin 02 Juni 2025 di Palu.
Pertemuan Provinsi tersebut menghasilkan MOU yang ditanda tangani oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Bpk. Anwar Hafid bersama Ketua Badan Pengurus Blue Alliance Indonesia, ibu Fatiyah Suryani Mile.

Kerja sama ini bertujuan untuk menata pengelolaan laut secara berkelanjutan di empat wilayah utama: Teluk Tolo, Teluk Tomini, Selat Makassar, dan Perairan Sulawesi.
Gubernur Anwar menilai tata kelola laut yang baik adalah kunci untuk meningkatkan pendapatan nelayan dan menjaga keseimbangan ekosistem.
“Kalau kita ingin hasil laut lebih baik, kita harus perbanyak populasi ikan. Itu dimulai dengan menjaga terumbu karang dan menghapus praktik penangkapan yang merusak,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah
Dalam MoU tersebut, terdapat tantangan besar yang siap dijawab Pemprov Sulteng, yaitu menciptakan di wilayah laut Sulteng bebas dari pengrusakan terumbu karang.
“Kalau ingin hasil tangkapan meningkat, maka kita harus perbanyak ikan. Itu dimulai dari menjaga terumbu karang dan memberantas illegal fishing,” tegas Gubernur Sulawesi Tengah
“Insyaallah, bersama para bupati, wali kota, dan aparat penegak hukum, kita buktikan ini. Kita jaga laut kita secara serius,” Sambung beliau

